Detail Berita


Kisah Perjuangan Bisnis Tambang Boy Thohir dan Adaro Energy


"Boy Thohir di Site Tambang"
Sumber gambar: liputan6.com


Tanggal terbit: 26-06-2020

duniatambang.co.id - Boy Thohir, seorang pengusaha sukses yang memiliki pengaruh besar terhadap bisnis pertambangan di Indonesia. Bagi Boy Thohir, kesuksesan bukan semata dari berapa banyak uang yang dimiliki. Namun, proses dan perjuangan dalam menapaki tangga keberhasilan itulah yang terpenting. Kesuksesan bagi bos Adaro Energy ini adalah bisa memberikan kontribusi kepada keluarga, perusahaan hingga memberikan sumbangsih pada kemajuan negeri.

Lalu apa yang membuat dirinya bisa meraih kesuksesan sebagai pengusaha tambang saat ini?

Sejak dari kecil, keluarga Boy Thohir selalu ditekankan dalam membuat dan mengembangkan sebuah bisnis. Setiap perbincangan dengan keluarga, tak lepas dari pembahasan mengenai kinerja bisnis dan cerita kesuksesan orang-orang yang ada di kalangan sekitar mereka. Dari situ, mindset pengusaha terpupuk dan menjadikan Boy Thohir seperti sekarang ini.

Peristiwa lain yang kemudian menumbuhkan bahan bakar tambahan bagi Boy Thohir dalam bisnis adalah ketika dirinya sekolah di luar negeri. Di sana dia tinggal bersama 8 orang teman, yang setiap harinya selalu membahas masalah bisnis. Berdiskusi bagaimana cara dan strategi dalam berdagang.

Pada usia 25 tahun, dirinya menyelesaikan studi dan kembali ke Indonesia. Saat itu dia diminta untuk membantu berjualan motor untuk ditawarkan ke dealer-dealer selama beberapa tahun. Setelah menggeluti bisnis dagang motor itu Boy Thohir melanjutkan profesinya menjual properti. Ilmu bisnis properti ini dia dapatkan dari sang ibu.

Dari bisnis properti pada tahun 1991 sampai dengan 1992 itulah, kemudian dirinya dikenalkan kepada salah satu teman Ibunya yang berbisnis tambang batubara. Melihat ada peluang besar dalam bisnis batubara tersebut, Boy Thohir pun mencoba terjun ke dalamnya. Pertama kali dia mencoba peruntungan bisnis batubara di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Di situ Boy benar-benar belajar dari nol mengenai usaha bisnis batubara. Selama beberapa tahun berikutnya, bisnis batubaranya berkembang dan dia pindah untuk menjajal usaha batubara di daerah Kalimantan Selatan. Di sana, dirinya bekerja sama dengan pengusaha lokal bernama Teddy Rachmat.

Bisnis batubara berlanjut dan akhirnya pada 2005 dirinya menemukan peluang untuk masuk ke perusahaan Adaro Energy. Pada masa itu dia melihat batubara mulai berkembang di kawasan Asia, dan kemudian nekat untuk membeli saham Adaro.

Langkah Boy Thohir saat itu sempat dianggap sebagai langkah bunuh diri oleh sejumlah pengusaha batubara, khususnya pengusaha asal Australia. Sebab, saat itu mulai diberlakukan otonomi daerah yang memunculkan birokrasi yang sangat kompleks, yang menjadi tantangan utama dalam bisnis tambang.

Awal perjalanan tidak semulus seperti yang diharapkan, perusahaan sempat jatuh dan berhasil pulih pada sekitar tahun 2007. Tantangan lain yang muncul yakni saat itu sejumlah pembangkit listrik masih menggunakan mesin diesel dan batubara masih belum banyak digunakan.

Terlebih, saat itu teknologi masih dikuasai oleh para pihak asing dan pemain batubara saat itu sangat sedikit sekali. Boy Thohir pun terus mencoba belajar, karena melihat potensi sumber daya alam di Indonesia yang sangat banyak.

Perjuangan itupun membuahkan hasil. Dengan belajar mengenai metode dan teknologi pengolahan batubara, hingga akhirnya sejumlah pembangkit beralih menggunakan bahan bakar batubara. Industri batubara pun mulai berkembang pesat. Dan kini, Adaro Energy menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Tentunya, Boy Thohir pun akan terus merambah ke industri tambang dan lainnya dalam beberapa tahun ke depan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !