Berita

Pentingnya Cadangan dan Sumberdaya Pada Kegiatan Pertambangan

Jakarta - Dalam pertambangan terdapat berbagai macam klasifikasi sumber daya dan cadangan. Pembagian ini dibagi berdasarkan tingkat keyakinan terhadap suatu komoditi tambang yang dipengaruhi oleh keterdapatan data. Klasifikasi ini mempengaruhi perencaanaan dan kegiatan pertambangan.

Sumberdaya merupakan bagian dari endapan yang ‘diharapkan’ dapat dimanfaatkan. Sementara itu, Cadangan merupakan bagian dari sumberdaya batubara yang telah diketahui dimensi, sebaran kuantitas, dan kualitasnya, yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan “layak” untuk ditambang.

 Berdasarkan SNI 4726:2011 (tentang Pedoman Pelaporan, Sumberdaya, dan Cadangan Mineral), Sumberdaya mineral dibagi menjadi tiga yaitu: Tereka; Terunjuk; dan Terukur. Secara hiekarki, tereka merupakan sumberdaya dengan tingkat keyakinan terendah, sementara terukur merupakan sumberdaya dengan tingkat keyakinan tertinggi.

Parameter pembeda klasifikasi sumberdaya ini berdasarkan data tonase, kadar, dan kandungan mineral yang dapat diestimasi. Semakin dekat jarak antar pengambilan data atau titik bor, semakin baik tingkat keyakinannya.

Berikut klasifikasi sumber daya mineral berdasarkan jarak antar titik bor (m):

  1. Tereka, memiliki jarak 100 < X ≤ 200;
  2. Terunjuk, memiliki jarak 50 < X ≤ 100;
  3. Terukur, memiliki jarak X ≤ 50.

Adapun cadangan berdasarkan SNI 4726:2011 (tentang Pedoman Pelaporan, Sumberdaya, dan Cadangan Mineral) dibagi menjadi dua, yaitu cadangan terkira dan terukur. Cadangan terkira adalah bagian sumberdaya mineral terunjuk yang ekonomis untuk ditambang dan beberapa kondisi juga merupakan bagian dari sumber daya mineral terukur. Cadangan terukur merupakan bagian dari sumberdaya mineralterukur yang ekonomis untuk ditambang.

Secara konsep penghitungan sumber daya terukur ditambanh dengan data atau desain final pit suatu kegiatan pertambangan merupakan dan/atau dapat diklasifikasikan sebagai cadangan terukur.

Klasifikasi ini merupakan alat bantu bagi pekerja tambang untuk mengestimasi dan sebagai salah satu pertimbangan dalam membuat suatu keputusan. Dengan pengklasifikasian yang baik, efisiensi tambang dapat meningkat sehingga biaya dan pencemaran lingkungan akibat tambang dapat ditekan.

(FPL)