Detail Berita


Permintaan Pasar Turun, BUMI Pilih Fokus Optimalisasi Kapasitas Produksi


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 25-06-2020

duniatambang.co.id - PT Bumi Resources Tbk memiliki rencana strategi sendiri untuk mengoptimalkan kapasitas produksi batubara pada tahun ini. Langkah yang bakal diambil untuk menunjang strategi tersebut yakni dengan mengikuti kondisi cuaca yang ada, dan juga melakukan konsolidasi yang lebih baik dengan entitas anak usaha mereka.

Strategi bisnis yang bakal dikerjakan oleh Bumi Resources itu diungkap perusahaan dalam laporan tahunan yang digelar di Bursa Efek Indonesia pada Rabu Malam (17/06) kemarin. Tujuan utama dari strategi itu adalah optimalisasi kinerja perusahaan.

Pihaknya menyebut, secara garis besar industri pertambangan nasional sepanjang tahun 2019 lalu, belum mencatat adanya perbaikan yang berarti. Meski salah satu faktor utama yang mempengaruhi yakni, perang dagang antara Amerika dan Cina sudah mulai mereda. Hal ini bisa dilihat dari harga batubara yang masih terus tertekan, serta penurunan nilai impor beberapa negara dunia.

Lebih dalam, untuk harga batubara acuan per akhir 2019 tercatat berada pada angka USD 66,3 per ton. Sementara untuk harga rata-ratanya mengalami tren penurunan hanya senilai USD 77,89 per ton selama kurun waktu Januari hingga Desember 2019.

Sementara itu untuk catatan impor batubara bulanan di Cina pada akhir tahun 2019 tercatat mengalami penurunan jadi 5,7 juta ton dibandingkan untuk periode yang sama di tahun 2018. Lalu untuk stok batubara yang ada di pelabuhan utama Caofeidian, Jingtang, dan Qinhuangdao Cina, diketahui masih sebesar 14,3 juta ton.

Ekspor batubara Bumi Resources ke Jepang dan Korea Selatan juga turut mengalami penurunan masing-masing jadi 14,8 juta ton dan 10,3 juta ton. Nilai ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.

India yang selama ini menjadi importir terbesar kedua setelah Cina, jumlah batubara yang masuk ke negara itu juga mengalami penurunan. Nilai turun dari 16,1 juta ton pada tahun lalu menjadi 14,5 juta ton. Hal ini disebabkan karena pasokan mereka yang mengalami peningkatan.

Penurunan jumlah ekspor batubara ke negara pasar, terlihat kontras dengan peningkatan produksi batubara nasional yang jumlahnya meningkat sebesar 9,5 persen. Untuk tahun 2019 sendiri, jumlah produksi batubara nasional mencapai 610 juta ton. Dalam jumlah produksi tersebut, Bumi Resources menyumbang produksi sebesar 86,3 metrik ton. Besaran ini meningkat 3,6 persen dibandingkan jumlah produksi perusahaan di periode sebelumnya.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !