Detail Berita


Wah Masih Ada 4 Perusahaan Tambang Lainnya yang Akan Divestasi Saham, Siapa Saja?


"Ilustrasi Divestasi Saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-06-2020

duniatambang.co.id - Indonesia melalui holding perusahaam BUMN Pertambangan yaitu Mining Industry Indonesia (MIND ID) beberapa waktu lalu baru saja menyelesaikan penandatanganan perjanjian definitif terkait dengan divestasi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (PTVI). Divestasi 20% saham Vale tersebut dilakukan oleh MIND ID dengan nilai Rp 5,52 triliun. Setelah divestasi 20% saham Vale selesai, ternyata masih terdapat empat perusahaan tambang yang akan mendivestasikan sahamnya kepada entitas Indonesia.

Terkait hal ini, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan bahwa terdapat sejumlah perusahaan yang memiliki kewajiban untuk menyelesaikan proses penawaran saham divestasi dan/atau melanjutkan kewajiban melepas sisa saham divestasi hingga memenuhi porsi sebesar 51% kepemilikan Indonesia. 

Baca juga: Setelah Tertunda Cukup Lama, MIND ID Berhasil Divestasi 20 Persen Saham Vale

Merespon rencana kegiatan divestasi sejumlah perusahaan tambang, Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ido Hutabarat mengatakan terdapat empat kriteria yang menjadi pertimbangan suatu perusahaan untuk menyerap saham divestasi, yaitu terkait dengan nilai valuasi dari porsi saham yang didivestasikan, pertimbangan nilai deposit atau cadangan komoditas mineral yang masih bisa ditambang,  kepastian hukum terkait dengan berapa lama perusahaan tersebut dapat mengoptimalkan penambangan atas deposit yang dimilikinya. Terakhir, pertimbangan terkait dengan nilai keekonomian dan ketersediaan pasar dari komoditas atau hasil olahannya termasuk didalamnya terkait dengan pembangunan smelter dan nilai investasinya.

Adapun keempat perusahaan tambang yang berencana untuk divestasi saham yaitu Pertama, PT Natarang Mining dimana Natarang memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 22%. Saat ini, porsi kepemilikan perusahaan emas ini didominasi oleh Natarang Offshore Pty. Ltd sebesar 85% dan Perseorangan sebesar 15%. Kedua, PT Ensbury Kalteng Mining yang memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 44%. Perusahaan dengan komoditas emas ini dimiliki oleh Ensbury Kalteng Pte. Ltd dengan porsi hingga 94%, Ensbury International Ltd. sebesar 4% dan pemegang saham lainnya sebesar 2%. Ketiga, PT Kasongan Bumi Kencana yang memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 19%. Perusahaan komoditas emas itu dimiliki 45% oleh Pelsart Kasongan Pty. Ltd, 40% dimiliki Idaman Kasongan Pty, dan 15% oleh PT Wisma Budi Kerti. Keempat, PT Galuh Cempaka, yang saat ini memiliki kewajiban divestasi sebesar 31%. Perusahaan dengan komoditas intan itu dimiliki oleh Ashton MMC Pte. Ltd. dengan porsi hingga 80% dan 20% oleh PT Aneka Tambang Tbk.

Namun, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum dapat memberikan informasi secara detail terkait dengan waktu jatuh tempo dan batas penawaran masing-masing perusahaan tersebut. Pihaknya berharap proses penawaran divestasi saham tersebut dapat rampung pada tahun ini.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !