image

"Penambangan di PT Timah Tbk"
Sumber gambar: pelantar.id

Dunia Tambang / 23 June 2020 / 0 Komentar

Timah TINS 

Pasar Timah Masih Tertekan, Kuartal I 2020 TINS Harus Merugi Rp 412,85 Miliar

duniatambang.co.id - PT Timah Tbk (TINS) masih harus menelan pil pahit. Setelah harus merugi hingga Rp 611,28 miliar pada tahun 2019 lalu. Kini pada kuartal I 2020, TINS harus kembali menanggung kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 412,85 miliar. Kendati masih harus merugi, TINS pada kuartal I 2020 membukukan pendapatan sebesar Rp 4,38 triliun atau secara persentase naik sebesar 5,2% dari pendapatan tahun sebelumnya.

Dari sisi pendapatan, mayoritas pendapatan TINS berasal dari penjualan pasar ekspor yang mengambil porsi hingga 96% atau senilai Rp 4,21 triliun. Sedangkan sisanya, sekitar Rp 174,72 miliar berasal dari penjualan pasar domestik.  Selain itu, pendapatan TINS juga disumbang dari penjualan sejumlah produk milik TINS seperti penjualan produk logam timah dengan total nilai Rp 4,17 triliun atau 95,1% dari total pendapatan TINS. Sisanya berasal dari penjualan tin chemical senilai Rp 102,41 miliar, tin solder senilai Rp 9,28 miliar, serta pendapatan dari penjualan nikel senilai Rp 13,32 miliar.

Baca juga: Potensi Tambang Timah di Babel Bisa Jadi Solusi Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Sedangkan dari sisi beban pokok, sepanjang periode Januari-Maret 2020 TINS harus menanggung kenaikan beban pendapatan. Beban pokok pendapatan TINS harus naik hingga 34,9% (yoy) atau sebesar Rp 4,55 triliun. Beban penjualan TINS juga harus naik hingga 42% menjadi 51,07 miliar dan beban keuangan naik 44,6% menjadi Rp 214,29 miliar.

Selain itu dari sisi aset dan keuangan, per kuartal I 2020 jumlah aset TINS berada dilevel Rp 18,76 triliun. Dimana terdiri dari liabilitas sebesar Rp 13,94 triliun dan ekuitas sebesar Rp 4,82 triliun. Sedangkan untuk kas dan setara kas TINS per kuartal I-2020 sebesar Rp 933,94. Dari sisi produksi, sepanjang kuartal I 2020 TINS mencatatkan produksi bijih timah sebesar 15.217 ton atau secara persentase turun 29,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk volume produksi logam pada kuartal I-2020 mencapai 14.133 MT dengan volume penjualan logam sebesar 17.553 MT.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Abdullah Umar Baswedan mengatakan bahwa kurang primanya kinerja pada kuartal I 2020 merupakan efek panjang dari adanya pandemi covid-19 yang membuat harga timah masih tertekan. Dirinya pun menjelaskan bahwa rata-rata harga timah pada kuartal I 2020 US$ 16.703 per ton, angka ini secara persentase turun hingga 22% dibandingkan dengan kuartal I 2019 lalu. Melihat tantangan besar yang masih harus dihadapi, TINS saat ini fokus untuk melakukan efisiensi dan mengoptimalkan kinerjanya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar