Detail Berita


Cina Bakal Buka Kembali Sejumlah Tambang Batubara, Bagaimana Harga Batubara Global?


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-06-2020

duniatambang.co.id - Wabah pandemi covid-19 yang menghantam Cina menyebabkan perekonomian negeri tirai bambu itu mengalami tekanan yang cukup berat. Guna mengembalikan roda perekonomian, pemerintah Cina berencana melonggarkan aturan penutupan sejumlah tambang batubara yang sebelumnya sudah dilakukan. Dengan demikian pemerintah Cina berharap jumlah produksi batubara bisa terdongkrak secara signifikan.

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah Cina saat ini sedang mempersiapkan sebuah dokumen panduan pengembangan kebijakan dan industri untuk prioritas dalam lima tahun mendatang. Sejumlah analis pun memprediksi bahwa Cina tidak akan melakukan penutupan tambang batubara yang sudah berusia tua seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

Dalam beberapa waktu ke depan, diprediksi permintaan batubara untuk memenuhi kebutuhan domestik bakal mengalami peningkatan yang cukup pesat. Cina akan terus berupaya mengelola kapasitas produksi pabrik batubara yang mereka miliki.

Jika melihat kebijakan yang diambil pemerintah Cina sebelumnya, pihaknya mengeluarkan kebijakan untuk menutup sejumlah tambang yang usianya dinilai sudah tua. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga komoditas batubara serta masalah lingkungan.

Namun ternyata kebijakan untuk menutup tambang-tambang berusia tua itu justru menimbulkan sejumlah masalah baru. Produksi batubara Cina menjadi terganggu. Padahal selama ini Cina dikenal sebagai produsen batubara terbesar dunia.

Dengan langkah membuka kembali sejumlah tambang tua yang sudah ditutup itu, diproyeksikan produksi batubara Cina bakal melejit. Saat ini diketahui jumlah produksi batubara Cina berada pada angka 4,1 miliar ton per tahun dan pada tahun 2025 jumlahnya bisa mencapai 5 miliar ton per tahun.

Sementara untuk permintaan batubara, negeri tirai bambu itu diprediksi bakal mengalami lonjakan demand. Puncaknya bisa terjadi pada tahun 2026 dengan kebutuhan mencapai 4,9 miliar ton per tahun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 11 persen dibandingkan kebutuhan saat ini.

Tentunya, perubahan kebijakan yang diambil oleh Cina itu, bakal memiliki dampak yang sangat besar terhadap permintaan dan produksi batubara secara global. Termasuk dengan perubahan harga batubara acuan yang juga bakal berimbas pada perusahaan batubara nasional.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !