Berita

Meningkatnya Realisasi Penerimaan Negara dari Sektor Tambang

Jakarta – Berdasarkan Laporan Kinerja ESDM tahun 2018, pendapatan penerimaan negara dari sektor ESDM melebihi target pendapatan. Pendapatan ini meliputi Penerimaan Migas, Mineral dan Batubara, Penerimaan EBTKE (Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi), dan Penerimaan lainnya.

Secara kolektif, ESDM menargetkan Penerimaan Negara dari Sektor ESDM sebesar 152.81 Triliun Rupiah. Dengan rincian target penerimaan migas sebesar 118.9 triliun rupiah, penerimaan mineral dan batubara 32.09 triliun rupiah, penerimaan EBTKE 0.7 triliun rupiah, dan penerimaan lainnya 1.12 triliun rupiah.

Realisasinya ESDM dapat menyuntik dana ke pemerintah sebesar 281.92 triliun rupiah. Dari keempat penerimaan ini, sektor migas menempati urutan tertinggi dengan realisasi sebesar 228 triliun rupiah. Diikuti dengan sektor mineral dan batubara sebesar 50 triliun rupiah, EBTKE sebesar 2.28 triliun rupiah, dan penerimaan lainnya sebesar 1.64 triliun rupiah.

Dari tahun 2016, penerimaan sub sektor Minerba (Mineral dan Batubara) mengalami kenaikan penerimaan dari 27.2 triliun rupiah di tahun 2016 sampai menginjak level 50 triliun rupiah di tahun 2018. Penerimaan ini hampir dua kali lipat dari penerimaan tahun 2016. Melihat perkembangan sektor Minerba Indonesia, hal ini merupakan indikator baik bagi masa depan pertambangan.

Penerimaan Negara Sub Sektor Minerba secara rinci didapatkan dari empat penerimaan yaitu pendapatan iuran tetap, pendapatan royalti, penjualan hasil tambang, dan jasa-informasi. Penerimaan terbesar diterima dari pendapatan royalti sebesar 29.77 triliun rupiah. Diikuti oleh penjualan hasil tambang sebesar 19.31 triliun rupiah, pendapatan iuran tetap 0.54 triliun rupiah, dan jasa-informasi sebesar 0.38 triliun rupiah.

Pendapatan realisasi sub sektor minerba tahun 2018 memiliki capaian 155% dari nilai awal targetnya yaitu sebesar 32.09 triliun rupiah.

Dengan peningkatan penerimaan dari ESDM diharapkan dapat memberikan kontribusi ke pemerintah dan juga dapat menambah para pekerja dalam melakukan pekerjaannya dan menemukan suatu discovery yang dapat menambah penerimaan di tahun berikutnya.

(FPL)