Detail Berita


Atur Ulang Strategi, TINS Siapkan Skema Pembayaran Surat Utang Ratusan Miliar


"Ilustrasi Uang Kertas"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 19-06-2020

duniatambang.co.id - PT Timah Tbk (TINS) saat ini tengah menyiapkan skema untuk pembayaran utang obligasi dan sukuk. Surat utang tersebut akan jatuh tempo pada September 2020 mendatang. Nilai surat utang milik TINS ini mencapai Rp 600 miliar. Sebagai informasi, TINS sebagai salah satu emiten pelat merah yang saat ini memang tengah fokus memperbaiki kinerjanya setelah harus merugi pada tahun buku 2019 lalu.

Kendati demikian, Direktur Keuangan TINS Wibisono meyakinkan bahwa TINS mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendek terkait dengan pembayaran utang obligasi dan sukuk. TINS berencana akan menggunakan kas internal dan restitusi PPN tahun ini untuk pembayaran tersebut. Bahkan, Wibisono mengungkapkan bahwa hingga Mei 2020 lalu kas internal dan restitusi PPN TINS sudah mencapai Rp 600 miliar.

Selain itu, TINS memang tengah mengatur ulang strategi termasuk perubahan kas internal seperti pemangkasan anggaran belanja modal pada tahun ini dari sebelumnya Rp 2,5 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. TINS juga memangkas anggaran operasionalnya hingga 30%. Selain itu, TINS memutuskan untuk menunda kegiatan buyback saham dan memilih untuk menyimpan dana anggaran buyback tersebut. Sebagai informasi, sebelumnya TINS menyiapkan dana anggaran buyback hingga Rp 100 miliar.

Sebagai informasi, TINS sebelumnya memang sudah merencanakan untuk melaksanakan buyback secara bertahap dalam jangka waktu tiga bulan yaitu mulai dari 17 Maret 2020 sampai dengan 16 Juni 2020. Pembatalan buyback saham ini dilakukan TINS untuk mempertahankan kondisi arus kas (cash flow) demi kelangsungan bisnis miliknya.

Kedepannya, Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar Baswedan mengatakan bahwa pihaknya cukup optimis kinerja TINS dapat kembali membaik seiring dengan membaiknya harga timah dikisaran US$ 16.900 per ton. pihaknya pun berharap harga timah dapat terus beranjak naik hingga US$ 17.000 per ton-US$ 18.000 per ton.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !