Detail Berita


Soal Struktur Organisasi, Ini yang Membuat Perusahaan Pertambangan Berbeda




duniatambang.co.id - Struktur organisasi dalam perusahaan ibarat fungsi kerja anggota tubuh manusia yang menjadi satu-kesatuan dengan menjalankan tugas dan peran masing-masing. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas, perusahaan dapat menjalankan roda organisasi hingga dapat mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi di perusahaan pertambangan pada umumnya sama seperti struktur organisasi pada perusahaan-perusahaan lainnya. Tetapi ada hal yang menjadi ciri khas struktur organisasi di Perusahaan pertambangan. Untuk menjalankan aktivitas produksi penambangan, perusahaan pertambangan dapat melakukan sendiri atau juga bermitra dengan kontraktor.

Perusahaan owner pertambangan adalah perusahaan pertambangan yang  mempunyai konsesi lahan tambang. Sedangkan, perusahaan kontraktor pertambangan adalah perusahaan penyedia jasa untuk melakukan operasi penambangan. Perusahaan owner pertambangan yang memakai jasa kontraktor biasanya karena perusahaan tidak mempunyai alat berat sendiri yang memadai sehingga membutuhkan jasa dari kontraktor dengan diawasi oleh perusahaan owner pertambangan.

Organisasi pada perusahaan pertambangan dipimpin oleh Manager Tambang atau biasa disebut dengan Kepala Teknik Tambang (KTT) yang bertanggung jawab kepada direksi. Dalam Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018, disebutkan bahwa Kepala Teknik Tambang yang selanjutnya disingkat KTT adalah seseorang yang memiliki posisi tertinggi dalam struktur organisasi lapangan pertambangan yang memimpin dan bertanggung jawab atas terlaksananya operasional pertambangan sesuai dengan kaidah teknik pertambangan yang baik.

Untuk menjalankan tugsnya, KTT membawahi beberapa divisi. Adapun divisi-divisi yang dibawahi oleh KTT adalah sebagai berikut.

1. Divisi Perencanaan
Aspek yang paling penting dalam menentukan keberhasilan operasional dan produktivitas sangat bergantung pada pola perencanan yang baik. Dengan demikian, divisi perencanaan mempunyai peran vital yang bertanggung jawab untuk mengenali kompleksitas deposit mineral, memperbaharui data perencanaan yang baru dari lapangan, membuat perkiraan produksi jangka pendek dan jangka panjang, memperkirakan anggaran yang akurat, membuat laporan harian/mingguan/bulanan produksi, memperjelas informasi antara pemodelan geologi, perencanaan tambang, dan penjadwalan tambang.

2. Divisi Operasi Tambang
Divisi operasi tambang terdiri dari bagian eksplorasi dan bagian operasional penambangan. Bagian eksplorasi, geologist dan surveyor bertugas menentukan batas-batas penambangan, pengukuran penggalian, dan menentukan batas-batas daerah penambangan yang akan dilakukan selanjuntnya. Bagian operasi penambangan bertanggung jawab terhadap daerah penambangan yang meliputi dari pengupasan dan penimbunan tanah penutup, penggalian, pemuatan, dan pengangkutan bahan galian. Tujuan utama dari divisi ini adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya yang serendah-rendahnya dengan mengelola dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, memangkas biaya operasi yang tidak menguntungkan perusahaan.

3. Divisi Pengolahan
Bahan galian yang sudah ditambang menjadi tanggung jawab divisi pengolahan untuk melakukan pengendali mutu terhadap bahan galian tersebut. Tujuan dari divisi pengolahan untuk mengurangi ongkos angkut, meningkatkan nilai tambah bahan galian, mereduksi senyawa-senyawa kimia yang dapat mengganggu proses peleburan, dan juga untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar.

4. Divisi K3 dan Lingkungan
Divisi K3 dan Lingkungan memiliki fungsi bagi perlindungan individu maupunn perusahaan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, tujuan utama dari K3 adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit karena pekerjaan. Divisi ini bertanggung jawab untuk melakukan identifikasi adanya risiko bahaya bagi keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja, melakukan perawatan alat berat, penunjang sarana penerang daerah tambang, berperan dalam proses organisir, desain tempat kerja, dan pelaksanaan kerja. Akibat operasi penambangan, diperlukan adanya kontrol lingkungan melalui divisi ini agar damapak negatif yang ditimbulkan operasi tambang dapat diatasi seperti pengelolaan air asam tambang dan penghijauan kembali daerah tambang.

5. Divisi Administrasi dan Keuangan
Divisi administrasi dan keuangan bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam terlaksana operasi tambang. Divisi ini mempunyai tugas membuat rencana keuangan perusahaan, mengatur cashflow keuangan perusahaan, menyusun anggaran perusahaan, administrasi dan berkas-berkas terkait, serta hubungan kepada pemerintah maupun masyarakat.

Divisi-divisi yang dibawahi oleh KTT bertanggung jawab kepada KTT sesuai dengan pembagian kerja di masing-masing divisi. Pola komunikasi dan koordinasi antardivisi sangat diperlukan demi tercapainya keselarasan pekerjaan.

(MS)