Detail Berita


Penjualan Harus Turun, Ancora Indonesia (OKAS) Masih Catatkan Laba di Kuartal I 2020


"Peledakan Tambang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 17-06-2020

duniatambang.co.id - Perusahaan penyedia bahan peledak PT Ancora Indonesia Resources Tbk pada kuartal I 2020 harus mencatatkan penurunan penjualan secara persentase hingga 27,78% year on year atau penjualan bersih yang dibukukan OKAS pada kuartal I 2020 senilai US$ 28,57 juta. Kendati harus mengalami penurunan penjualan, OKAS masih membukukan laba bersih senilai US$ 3,49 juta. Hal ini menjadi menjadi kabar gembira bagi OKAS mengingat pada periode yang sama tahun sebelumnya, OKAS harus merugi hingga US$ 77.571.

Pada kuartal I 2020, mayoritas penjualan bersih OKAS berasal dari produk amonium nitrat sebagai barang pabrikasi sebanyak US$ 10,29 juta, amonium nitrat sebagai barang dagangan sebanyak US$ 4,28 juta. Selain itu, penjualan dari aksesoris peledak sebagai barang dagangan dan barang pabrikasi masing-masing sebesar US$ 3,93 juta dan US$ 3,60 juta. OKAS juga memperoleh pendapatan dari sektor jasa seperti jasa perawatan sumur minyak senilai US$ 3,65 juta dan US$ 1,06 juta dari jasa peledakan.

Pelanggan OKAS sendiri sebagian besar berasal dari perusahaan tambang yaitu PT Pama Persada Nusantara dengan porsi hingga 25% dari total penjualan bersih OKAS atau senilai US$ 7,03 juta. Selain PAMA, PT Amman Mineral Nusa Tenggara juga merupakan salah satu pelanggan OKAS dengan porsi 18% dari total penjualan bersih OKAS atau senilai US$ 5,11 juta.

Dari sisi aset, hingga kuartal I 2020 lalu OKAS memiliki aset hingga US$ 179,27 juta. Dari total aset tersebut sebanyak US$ 57,67 juta merupakan aset lancar dan US$ 121,59 juta merupakan aset tidak lancar. OKAS pada kuartal I 2020 lalu cukup beruntung karena mencatatkan turunnya beban pokok penjualan sebesar 27,97% (yoy) menjadi US$ 24,54 juta. Pada tahun ini, OKAS sendiri membidik pendapatan sebesar US$ 170 juta dengan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar US$ 22 juta.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !