Detail Berita


Produksi Mulai Bergeliat, Freeport Mulai Tinggalkan Status Kritis Covid19


"Penambangan di PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: voaindonesia.com


Tanggal terbit: 16-06-2020

duniatambang.co.id - Aktivitas di PT Freeport Indonesia dikabarkan secara perlahan namun pasti mulai bergeliat lagi, pasca sejumlah karyawannya dinyatakan positif Covid19 beberapa waktu yang lalu. Saat itu, hampir seluruh aktivitas produksi di pertambangan harus dihentikan, guna menekan penyebaran atau penularan virus ke karyawan lainnya.
Namun kini PT Freeport Indonesia sudah mulai meninggalkan masa-masa kritis Covid-19 untuk kemudian mengakhiri penghentian operasi tambang yang sudah dilakukan sebelumnya. Meski demikian protokol pencegahan dan penanganan wabah pandemi masih tetap diberlakukan, seiring juga dengan kebijakan New Normal yang mulai digaungkan pemerintah.
Lumpuhnya aktivitas pertambangan di area Freeport Indonesia, tentunya sangat berdampak terhadap para karyawan dan masyarakat sekitar itu sendiri. Pasalnya, selama ini kehidupan masyarakat Papua banyak tergantung dari aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh Freeport Indonesia.
Dengan kembalinya aktivitas pertambangan di Freeport, maka roda ekonomi masyarakat Papua pun bisa kembali berputar. Sehingga harapan perbaikan ekonomi masyarakat Papua juga bisa kembali celah. Hal sebaliknya akan terjadi, di mana Freeport tidak lagi melakukan aktivitas produksi, maka roda perekonomian bisa mandek.
Seperti yang telah dirasakan selama beberapa bulan terakhir, roda perekonomian masyarakat Papua terasa berjalan sangat lemah, seiring pembatasan produksi yang diterapkan oleh Freeport Indonesia.
Ada sejumlah isu krusial yang muncul, ketika tambang milik Freeport Indonesia itu mengalami penurunan kinerja beberapa waktu lalu. Pertama yakni masalah yang harus dihadapi karyawan Freeport itu sendiri, yang beberapa di antaranya terinfeksi wabah Covid19. Hal ini membuat pihak manajemen mengubah secara drastis arah kebijakan dengan menaati aturan penanganan yang dihimbau oleh Pemerintah dan WHO.
Kedua, dalam permasalahan menyangkut nyawa para karyawan Freeport, terindikasi adanya kepentingan kelompok tertentu yang menghendaki agar kegiatan produksi perusahaan berhenti. Padahal dalam bidang pertambangan dibutuhkan maintenance secara kontinyu. Jika aktivitas berhenti akan memberikan dampak buruk ke depannya.
Untungnya, kedua isu krusial itu bisa ditangani dengan baik oleh pihak manajemen dengan mengeluarkan kebijakan yang sangat strategis dan efektif. Hal ini dibuktikan dengan status Freeport yang mulai meninggalkan masa kritis akibat Covid19 dan kembali beroperasi menuju aktivitas normal sebelumnya.
 
Penulis : Edo Fernando
Editor   : Ocky PR.
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !