Detail Berita


Penguatan Rupiah Akibat New Normal, Harapan Pulihnya Industri Batubara


"Coal mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 16-06-2020

duniatambang.co.id - Penerapan kebijakan New Normal setelah sejumlah pembatasan dilakukan untuk menekan penyebaran wabah pandemi, rupanya memberikan kekuatan baru terhadap pergerakan mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika. Dalam beberapa hari belakangan, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika menguat cukup signifikan beberapa poin. Secara umum, roda ekonomi juga kembali berputar seiring dengan penerapan kebijakan New Normal tersebut.
Mulai bangkitnya perekonomian ini, dinilai juga bisa memberikan sentimen positif terhadap industri pertambangan khususnya komoditas batubara. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) berharap, mulai bangkitnya ekonomi nasional dan dunia ini bisa juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan permintaan batubara. Sehingga harga dan juga pasar batubara bisa kembali berada pada titik yang stabil.
Pihak APBI mengatakan bahwa selama ini produksi batubara nasional masih mengandalkan pasar ekspor sebagai pendapatan utama perusahaan. Sayangnya permintaan batubara untuk kebutuhan luar negeri masih cukup tertekan. Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, bahwa penguatan Rupiah bisa dijadikan tolak ukur bahwa perekonomian mulai kembali pulih. Hal ini tentu saja memberikan harapan positif para pelaku usaha di bidang pertambangan batubara di tengah kondisi pandemi yang belum pasti.
Berdasarkan catatan pergerakan nilai tukar mata uang terakhir, Rupiah berhasil lepas dari angka Rp 14.000 per dolar Amerika. Hal ini menjadi level terbaik dari Rupiah sejak 25 Februari silam dengan mencatatkan level Rp 13.893 per dolar Amerika.
Sementara itu, target produksi batubara untuk tahun ini sebesar 550 juta ton, sebanyak 75 persen atau sebesar 395 juta ton dialokasikan untuk dijual ke pasar ekspor. Namun di sisi lain, harga batubara acuan nilainya terus mengalami penurunan secara konstan.
Dengan kondisi seperti ini, penguatan Rupiah dianggap bisa sangat berpengaruh pada pemulihan kebutuhan pasar domestik, ketika pasar luar negeri masih jauh dari harapan. Dan hal ini, bisa sedikit memberikan angin segar kepada perusahaan tambang batubara nasional.
 
Penulis : Edo Fernando
Editor    : Faris Primayudha
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !