Detail Berita


Golden Eagle Energy Putar Otak Bangkitkan Kinerja Di Tengah Tekanan Global


"coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 15-06-2020

duniatambang.co.id  - PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) tengah mempersiapkan sejumlah langkah dan kebijakan strategis untuk menjaga penjualan batubara secara maksimal. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang selama ini diterapkan, cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal ini diperparah dengan kebijakan negara tujuan ekspor batubara seperti Cina dan India yang juga mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial.

Lebih lanjut, Pihak Golden Eagle Energy menjelaskan beberapa langkah strategis perusahaan yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah dengan memperluas dan memaksimalkan penjualan ekspor batubara ke sejumlah negara lain di wilayah Asia Tenggara yang masih membuka diri seperti, Kamboja dan Vietnam.

Sementara di sisi pasar domestik, Golden Eagle Energy akan fokus dalam menyuplai kebutuhan pasokan batubara untuk sektor kelistrikan. Sejauh ini masih ada beberapa pembangkit listrik yang tetap beroperasi normal dalam kondisi pembatasan sosial seperti ini.

Lalu untuk strategi pengembangan tambang batubara yang dimiliki perusahaan, Golden Eagle Energy memilih untuk mengambil strategi wait & see dengan mengamati perkembangan kondisi akibat wabah pandemi. Terlebih, sejumlah wilayah sudah mulai menerapkan kebijakan New Normal, mencoba lepas dari kebijakan pembatasan sosial. Termasuk juga, melakukan pengamatan terhadap kondisi pasar batubara domestik.

Golden Eagle Energy diharapkan bisa mengambil kebijakan strategis yang efektif. Pasalnya, dalam laporan kinerja perusahaan periode terakhir, hasilnya kurang begitu memuaskan. Golden Eagle Energy pada tahun 2019 mengalami penurunan laba bersih sebanyak 91,09 persen, berada di angka Rp 6,82 miliar. Padahal untuk tahun sebelumnya, perusahaan bisa meraup laba bersih sebanyak Rp 76,61 miliar.

Meski mendapatkan tekanan salah satunya juga berasal dari harga batubara sepanjang tahun 2019, sejatinya perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan sebanyak 31,43 persen menjadi Rp 250,26 miliar. Dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp 190,41 miliar.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !