Detail Berita


DOID Fokus Perbaiki Kinerja dan Gencar Bidik Kontrak Baru


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 15-06-2020

duniatambang.co.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) sebagai salah satu emiten yang bergerak di bidang kontrak jasa pertambangan kini tengah fokus untuk memperbaiki kinerjanya. DOID memang sudah cukup terpukul sejak 2019 lalu, dimana DOID hanya mampu membukukan laba bersih sebesar US$ 20,48 juta atau secara persentase harus turun hingga 72,92%.  Bahkan pada kuartal I 2020, DOID harus membukukan kerugian bersih senilai US$ 22,81 juta dan harus mengalami turunnya pendapatan hingga 9,39% (yoy) menjadi US$ 193,82.

Selain kinerja operasional yang kurang prima, DOID melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) harus kehilangan kontrak dengan salah satu konsumen terbesarnya yaitu PT Kideco Jaya Agung. Untuk itu, DOID saat ini gencar memperbaiki kinerja operasionalnya sembari melakukan negosisasi dan membidik kontrak baru.

Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur Regina Korompis mengatakan bahwa saat ini DOID akan fokus pada peningkatan optimalisasi kapasitas tambang. Selain itu, pihaknya pun mengatakan bahwa kedepannya DOID akan gencar melakukan efisiensi biaya hingga optimalisasi penghasilan kas. Hal ini dilakukan DOID untuk memperbaiki likuiditas perusahaan. Selain itu, untuk alokasi pendanaan belanja modal pada tahun ini yang diproyeksikan akan berada di bawah level US$ 100 juta berasal dari kas internal dan akan digunakan untuk pembelian sejumlah alat berat pertambangan.

Di tengah agenda fokus memperbaiki kinerja, DOID juga tengah gencar melakukan negosiasi perpanjangan kontrak dan membidik sejumlah kontrak baru. Sebagai informasi, kontrak jasa pertambangan DOID dengan PT Berau Coal juga akan berakhir pada Desember tahun ini. Berau Coal merupakan salah satu pelanggan penting bagi DOID. Bagaimana tidak, pada kuartal I 2020 Berau menyumbang pendapatan dengan porsi 48% dari total pendapatan bersih DOID di segmen jasa penambangan, penyewaan alat berat, dan jasa lainnya atau senilai US$ 92,89 juta. Untuk itu, DOID saat ini sedang melakukan negosiasi dan mengurus perpanjangan kontrak.

Lebih lanjut, Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur Regina Korompis mengatakan bahwa untuk perpanjangan kontrak dengan berau coal pihaknya cukup optimis akan memperoleh perpanjangan kontrak. Sembari mengurus negosiasi dengan berau coal, DOID juga tengah gencar membidik kontrak-kontrak jasa pertambangan baru berdasarkan pipeline yang tersedia. DOID berharap kedepannya kinerja perusahaan dapat berangsur kembali prima.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !