Detail Berita


Investasi di Sektor Tambang Diproyeksikan Turun Hingga 25 Persen dari Target


"Mining Constrution"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-06-2020

duniatambang.co.id - Muhammad Wafid Agung, Direktur Bina Program Minerba Kementerian ESDM memberikan analisa investasi untuk sektor tambang tahun ini akan mengalami penurunan sebesar 20 sampai 25 persen di bawah target yang sudah dicanangkan. Wabah pandemi tentu menjadi faktor utama penyebab penurunan investasi itu, yang kemudian berimbas pada pergerakan beberapa harga komoditas dan juga terhambatnya sejumlah proyek strategis dan rencana bisnis perusahaan tambang.

Perkiraan turunnya potensi investasi di sektor tambang itu didapat berdasarkan dari data sejumlah perusahaan tambang dan juga beberapa proyek smelter yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Jumlah persentase sebesar itu, menurutnya bisa terjadi untuk periode jangka pendek dan juga jangka menengah.

Kementerian ESDM mengaku masih menunggu perkembangan dari kasus wabah pandemi Covid-19, sebagai tolak ukur melakukan perubahan target. Namun, untuk saat ini masih belum ada rencana untuk melakukan perubahan target investasi untuk tahun ini. Akan tetapi bukan berarti benar-benar tidak ada, pihaknya pun membuka selebar mungkin opsi untuk merevisi target investasi jika memang benar-benar diperlukan.

Berdasarkan laporan bulan Mei sendiri jumlah investasi di bidang mineral dan batubara sendiri angkanya masih sangat minim. Jumlahnya diketahui masih berada pada nilai USD 1,1 miliar. Jumlah ini hanya sebesar 14,4 persen dari total target investasi tahun ini yang angkanya mencapai USD 7,75 miliar.

Sebenarnya, jumlah target yang ditentukan untuk tahun ini angkanya memang lebih besar jika dibandingkan dengan target tahun sebelumnya. Untuk tahun sebelumnya, nilai realisasi investasi di sektor mineral dan batubara mencapai angka USD 6,5 miliar. Jumlah ini melebihi target sebesar USD 6,17 yang dipatok oleh pemerintah.

Dari jumlah realisasi investasi di bidang mineral dan batubara pada tahun lalu itu, mayoritas berasal dari investasi izin usaha jasa pertambangan, bidang prasarana dan mesin, aktiva tidak berwujud dan lainnya.

Target tahun ini memang tidak terlalu muluk jika dibandingkan dengan target investasi pada tahun lalu. Namun adanya wabah pandemi, membuat rencana dan program pemenuhan target itu mengalami kendala.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !