Detail Berita


Meski Batubara Diprediksi Sulit Bangkit, Sejumlah Emiten ini Belum Berencana Revisi RKAB


"Coal Stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-06-2020

duniatambang.co.id - Komoditas batubara memang menjadi salah satu komoditas yang cukup tertekan. Batubara masih menunjukkan tren penurunan harga dan diprediksi akan sulit untuk merangkak naik. Sentimen negatif masih silih berganti menghinggapi komoditas emas hitam ini. Bahkan, Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) memproyeksikan harga batubara hingga akhir tahun berada pada kisaran US$ 59-61 per ton dan baru bisa bangkit pada tahun depan. Menanggapi fakta tersebut, beberapa emiten belum berniat untuk melakukan revisi Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 

Sebelumnya PTBA membuka opsi untuk melakukan revisi Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Namun, melihat situasi saat ini yang mulai gencar mengkampanyekan new normal dan optimisme PTBA bahwa covid-19 yang akan mereda membuat PTBA mengurungkan niatnya untuk melakukan revisi RKAB. Pihaknya pun berencana akan mengoptimalkan produksi dan penjualan di semester II 2020 untuk menutupi kekurangan pada semester I.

Sebagai informasi, emiten pelat merah ini mematok target produksi batubara sebesar 30,3 juta ton untuk tahun 2020 dengan target penjualan sebesar 29,9 juta ton. Dimana terdapat penjualan batubara domestik sebesar 21,6 juta ton dan penjualan batubara ekspor sebesar 8,3 juta ton. Selain itu, PTBA juga tetap mempertahankan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 4 triliun. Namun, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menyiapkan rencana cadangan jika pandemi covid-19 tidak segera teratasi hingga September 2020.

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) 

Emiten grup Sinarmas yaitu PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) hingga saat ini belum membuka opsi untuk melakukan revisi target produksi dan masih terus berupaya untuk mencapai target produksi yang sudah dipatok sebelumnya yaitu 27,2 juta ton batubara pada tahun 2020. GEMS menilai sejauh ini kegiatan produski masih sejalan dengan rencana. Pada kuartal I 2020, GEMS berhasil mencatatkan produksi sebesar 8,4 juta ton batubara atau secara persentase tumbuh 18% (yoy).

Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk Sudin Sudirman masih akan mencermati perkembangan situasi dan pasar batubara beberapa waktu kedepan. Untuk saat ini, pihaknya mengaku belum akan mengajukan perubahan RKAB kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai salah satu emiten raksasa tanah air hingga saat ini belum berencana untuk melakukan revisi RKAB. Sebagai informasi, BUMI pada tahun ini mematok target produksi sebesar 85 juta ton—90 juta ton pada tahun 2020.  BUMI pun masih cukup optimis jika berkaca pada kuartal I 2020, BUMI mampu BUMI mencatatkan pertumbuhan produksi sebesar 3% (yoy) menjadi 21,5 juta ton.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan saat ini belum membuka opsi revisi RKAB, pihaknya masih akan fokus untuk mengejar target yang dipatok sembari fokus mengurus perpanjangan izin Perjanjian Kontrak Pengusahaan Pertambangan Batubara dua anak usahanya PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor    : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !