Detail Berita


Yuk Mengenal Hyperspectral Imaging, Teknologi Yang Memudahkan Pekerjaan Geologist


"Analisis mineral dengan hyperspectral imaging"
Sumber gambar: terracoregeo.com, auscope.org.au, optic.org with editing


Tanggal terbit: 10-06-2020

duniatambang.co.id – Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi akan semakin maju. Dalam beberapa dekade terakhir, terlihat perkembangan teknologi yang cukup pesat diberbagai lini kehidupan. Tak luput dari hal tersebut, dunia geoscience pun semakin maju dengan teknologi-teknologi dan software yang mutakhir, salah satunya adalah hyperspectral imaging.

Hyperspectral imaging adalah teknologi yang memanfaatkan spektrum gelombang elektromagnetik yang terdapat di setiap pixel warna dan selanjutnya direkam dan diproses oleh sensor. Teknologi ini merupakan teknik pencitraan multispektral yang merekam banyak band citra dalam bandwidth yang sempit. Band sendiri merupakan bagian dari warna cahaya dimana manusia hanya mampu membedakannya menjadi tiga band, yaitu merah, hijau, dan biru. Dengan spectral imaging, band dibagi menjadi lebih banyak. Perbedaan spektrum warna tersebut yang nantinya dipergunakan sebagai pendekatan untuk analisis komposisi mineral dalam ilmu kebumian.

Generasi pertama dari teknologi ini adalah spektrometer  yang dikembangkan oleh Johnson Space Centre milik NASA pada awal tahun 1970 yang diberi nama Scaning Imaging Spectroradiometer (SIS). Teknologi tersebut kemudian mengalami perkembangan, diantaranya Shuttle Multispectral Infrared Radiometer (SMIRR), Airborne Imaging Spectrometer for Applications (AISA), dan LEWIS Hyperspectral Imager (HSI). Pengembangan terbaru saat ini sedang dikerjakan oleh NASA dalam misi HypSPectral InfRared Imager (HyspIRI), dengan waktu peluncuran tentatif pada tahun 2020 (van der Meer et al., 2012).

Pada praktiknya di lapangan, hyperspectral imaging dipergunakan dalam peginderaan jauh untuk eksplorasi mineral (Cloutis, 1996; Sabins, 1999; Rajesh, 2004; Zimmermann et al., 2017). Pada jarak dekat, teknologi tersebut dapat diperguankan untuk pemetaan geologi dinding tambang (Kurz et al., 2017) dan deskripsi drill-core (Tusa et al., 2019). Ada juga produk hyperspectral imager yang digunakan untuk mengorbit planet Mars, yaitu Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM), (Murchie et al., 2007) menggunakan gelombang Visible-near infrared (VNIR) (0,37-3.92 µm) yang difungsikan untuk merekam data mineralogi permukaan planet tersebut (Pelkey et al., 2007).

Dengan kemajuan teknologi diharapkan tidak menurunkan minat seorang geologist untuk turun ke lapangan dengan tujuan untuk memahami data yang diambil. Walaupun jago mengoperasikan software-software terbaru, jika tidak memahami data yang dikerjakan  maka hasilnya tentu dipertanyakan. Maka dari itu harus dibarengi untuk senantiasa mengasah sens geologi dengan turun ke lapangan, agar data yang dihasilkan benar dan valid.

Penulis : Shofy NF

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !