Detail Berita


ESDM: Dua Anak Usaha BUMI Sudah Ajukan Perpanjangan Kontrak


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 10-06-2020

duniatambang.co.id - Dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yaitu PT PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah mengajukan perpanjangan kontrak kepada Kementerian ESDM.

Seperti yang diketahui, kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari tujuh pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama yang kontraknya akan berakhir. Sebagai informasi, kontrak arutmin akan berakhir pada 1 November 2020 dan kontrak KPC akan berakhir pada 31 Desember 2021 mendatang.

Kedua anak usaha BUMI tersebut masuk ke dalam jajaran produsen tambang terbesar di tanah air. Dimana, Arutmin memiliki luas konsensi wilayah sebesar 57.107 hektare (ha) dan KPC memiliki luas 84.938 ha. Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan bahwa terdapat dua perusahaan yang sudah mengajukan perpanjangan kontrak yaitu PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Arutmin sendiri sudah mengajukan perpanjangan kontrak pada Oktober 2019 sedangkan KPC baru mengajukan pada bulan Maret 2020 lalu.

Lebih lanjut, Sujatmiko pun menjelaskan bahwa saat ini ESDM tengah melakukan evaluasi terkait dengan pengajuan perpanjangan kontrak kedua perusahaan tersebut. Evaluasi tersebut merupakan evaluasi menyeluruh seperti pemenuhan kewajiban administrasi, teknis, lingkungan dan finansial yang dilakukan oleh tim terpadu meliputi wakil-wakil dari lintas kementerian dan lembaga, serta akademisi. Selain itu, terkait dengan evaluasi peningkatan penerimaan Negara akan dilakukan pihaknya berdasarkan peraturan turunan dari UU Minerba baru yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah.

Ketua Indonesia Mining Institute Irwandy Arief pun mengatakan bahwa pengusaha dapat mengajukan permohonan jika sudah memenuhi empat syarat minimum yaitu memasukkan amandemen PKP2B sesuai pasal 169 UU Minerba yang didalamnya termasuk mengajukan Rencana Kerja Seluruh Wilayah (RKSW), melakukan proses tata pertambangan secara baik dan benar, sudah memenuhi tanggung jawab lingkungan dan sosial, serta bila diperpanjang akan menambah penerimaan negara dan akan berkomitmen melakukan hilirisasi

Disisi lain, Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava mengatakan pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan final dari Kementerian ESDM terkait dengan perpanjangan kontrak dua anak usahanya tersebut. Kendati demikian, BUMI cukup optimis kedua anak usahanya akan mendapatkan perpanjangan kontrak. Pihaknya pun yakin sudah memenuhi semua persyaratan yang ada.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !