Detail Berita


EBT Tak Kunjung Sesuai Target, Diversifikasi Energi Nasional Semakin Tertekan


"Renewable Energy"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 08-06-2020

duniatambang.co.id – Pandemi covid-19 berdampak terhadap ekonomi global saat ini. Sektor energi di Indonesia pun ikut terdampak. Belakangan ini, peraturan mengenai diversifikasi energi berupa energi baru dan terbarukan diminta untuk diselesaikan secara serius untuk menghadapi tantangan global kedepannya. Situasi Pandemi Nasional yang mengantarkan seluruh masyarakat Indonesia untuk berada dirumah menjadi suatu pemantik manis yang memancing isu energi ini mencuak ke permukaan. Bagaimana tidak, PLN sebagai pemain utama sumber energi nasional menjadi sorotan tiap lapisan masyarakat dari dampak yang kerap beberapa kali muncul di masyarakat selama situasi ini.

Surya Darma selaku ketua masyrakat Energi Baru dan Terbarukan Indonesia (METI), kembali menegaskan agar pemerintah segera memperbaharui peraturan mengenai penggunaan sumber daya energi terbarukan untuk tenaga listrik yang tercantum pada PERMEN ESDM No. 50/2017, karena dianggap bertentangan dengan kebijakan-kebijakan energi nasional.  Seperti yang diketahui, Fabby Tumiwa sebagai direktur eskekutif Institute for Essential Services reform (IESR) menyebutkan bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia telah mengalami keterlambatan yang cukup signifikan semenjak 2017.

Potensi EBT Indonesia secara total keseluruhan mampu mencapai 442 GW (sumber : OEI 2019)  yang mampu digunakan sebagai energi pembangkit listrik nasional, sementara pada tahun 2018 pemanfaatan EBT hanya sebesar 8,8 GW , tidak sampai 2% dari total keseluruhan pontensi cadangan yang di miliki Indonesia.  Fabby Tumiwa pun menambahkan bahwa selama kurun 5 tahun terakhir, penambahan kapasistas pembangkit hanya 18% dari total pemanfaatan yang ada sekarang. Parahnya, pada periode 2017 hingga 2019, penambahan kapasistas hanya sekitar 700 MW.  Dalam pengembangan EBT pun, Negara mempunyai target sebesar 23%  pada 2025 namun pada realisasinya jika tidak ada yang terobosan yang nyata, maka akan sangat jauh dari target yang telah di persiapkan.

Kurangnya harmonisasi dan koordinasi masih menjadi kendala yang nyata, adanya tumpang tindih regulasi serta keseriusan yang masih dipertanyakan, padahal, METI mengungkapkan bawah energi terbarukan akan menjadi lonjakan tersendiri dan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemulihan perekonomian dunia pasca pandemik ini. METI masih terus menekankan kepada Kementerian ESDM agar secepatnya persoalan EBT dapat diangkat menjadi RUU tersendiri.

 

Penulis : Fadlan Nursiwan

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !