Detail Berita


Tersendat Covid-19, Investasi Minerba Diproyeksikan Anjlok Hingga 25 Persen


"Alat Berat Dump Truck"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 08-06-2020

duniatambang.co.id - Pandemi covid-19 ini menjadi salah satu hambatan di berbagai sektor, tak terkecuali bagi sektor pertambangan. Beberapa harga komoditas yang anjlok dan permintaan merosot menjadi salah satu kenyataan yang harus dihadapi oleh pengusaha tambang.

Lebih lanjut, pandemi covid-19 juga membuat roda pergerakan ekonomi melambat. Hal ini juga membuat investasi di sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) pada tahun ini diproyeksikan akan meleset dari target. Sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementrian ESDM mematok target investasi minerba pada tahun 2020 sebesar US$ 7,75 miliar.

Target yang dipatok pada tahun ini memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada tahun 2019 lalu yang berada pada angka US$ 6,5 miliar. Dimana investasi minerba tahun 2019 terdiri dari berbagai sektor seperti investasi dari izin usaha jasa pertambangan yang mengambil porsi sebesar 39%, investasi dibidang prasarana dan mesin sebesar 30%, aktiva tidak berwujud sebesar 13% dan lainnya, seperti bangunan, kapal, kendaraan dan alat dengan porsi sebesar 18%.

Hingga Mei 2020 lalu, realisasi minerba secara persentase baru mencapai 14,4% dari total target atau baru diangka US$ 1,1 miliar. Melihat situasi global yang dilanda ketidakpastian dan kurang bergairahnya pasar, Investasi minerba tahun ini diproyeksikan akan merosot sebesar 20%-25%. Direktur Bina Program Minerba Kementerian ESDM Muhammad Wafid Agung mengatakan angka tersebut memang masih perkiraan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti pergerakan harga komoditas yang juga akan berdampak pada rencana bisnis perusahaan, serta terhambatnya sejumlah proyek khususnya terkait dengan pembangunan smelter.

Namun, hingga saat ini ESDM secara resmi memang masih belum melakukan revisi target investasi pada tahun ini. Kendati demikian, Wafid mengatakan opsi terkait dengan revisi target investasi tetap terbuka untuk diambil oleh pemerintah nantinya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !