Detail Berita


Sulitnya Pasar Batubara di Era Pandemi, APBI Ajukan Insentif


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-06-2020

duniatambang.co.id - Sulitnya pasar batubara yang harus mengalami penurunan harga dan permintaan ditengah pandemi covid-19 ini membuat Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengajukan insentif kepada Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM). Insentif tersebut berupa relaksasi dari sisi pembayaran royalti serta pemenuhan wajib pasok dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO).

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengungkapkan bahwa pengajuan insentif ini dilakukan mengingat saat ini bisnis batubara sedang mengalami berbagai tekanan seperti turunnya permintaan baik pasar ekspor maupun pasar domestik. Kondisi ini juga membuat batubara dibayangi ancaman oversupply. Bukan hanya permintaan yang kurang bergairah, harga batubara juga diwarnai tren turun sejak beberapa bulan terakhir.

Bahkan, batubara diprediksi masih sulit beranjak hingga akhir tahun mendatang. Lebih lanjut, Hendra pun mengungkapkan bahwa kenyataan tersebut membuat sejumlah perusahaan kesulitan dalam mengelola arus kas terkait dengan kewajiban pajak dan keuangan, pengelolaan lingkungan, reklamasi dan kewajiban sosial.

Atas pertimbangan ini, APBI mengajukan permohonan perubahan sementara tata cara pembayaran royalti batubara dalam masa pandemi ini. Dimana, APBI mengusulkan agar formula pembayaran royalti dapat diubah sementara dengan menggunakan harga jual aktual. Sebagai infromasi, saat ini masih menggunakan sistem Harga Patokan Batubara (HPB). Selain itu, untuk pembayarannya APBI mengusulkan agar dilakukan paling tidak 30 hari setelah komoditas batubara berada di atas moda pengangkutan.

Tidak hanya royalti, APBI juga mengusulkan adanya relaksasi dari sisi pemenuhan DMO. Sebagai informasi, pemerintah mewajibkan pemenuhan DMO sebesar 25% dengan target DMO mencapai 155 juta ton batubara. Dengan pertimbangan kondisi pasar saat ini yang masih sulit, APBI mengusulkan relaksasi pemenuhan DMO menjadi 18%.  Sebelumnya, APBI pun memproyeksikan bahwa permintaan batubara domestik akan lebih rendah dari target atau hanya berada pada angka 100 juta ton.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !