Detail Berita


Realisasi Kinerja Kurang Prima, United Tractors Bidik Revisi Target dan Capex


"Alat Berat PT United Tractors Tbk"
Sumber gambar: investor.id


Tanggal terbit: 04-06-2020

duniatambang.co.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai salah satu emiten yang bergerak dalam bisnis penjualan alat berat, kontraktor pertambangan batubara, dan pertambangan emas cukup mengalami tekanan sepanjang Januari hingga April 2020. Hal ini membuat kinerja UNTR harus turun.

Dari sisi penjualan alat berat, UNTR tercatat mengalami penurunan hingga 61,6%  pada penjualan alat berat komatsu jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara angka per April 2020 UNTR hanya mampu menjual 100 unit alat berat komatsu. Secara akumulasi, penjualan alat berat UNTR periode Januari-April 2020 yaitu sebanyak 717 unit. Jumlah ini menunjukkan penurunan secara persentase hingga 50,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jika diliat dari sisi pertambangan emas, kinerja UNTR juga tercatat mengalami penurunan. Melalui anak usahanya Agincourt Resources, per April 2020 UNTR menjual 18.000 ounces emas. Sedangkan secara akumulasi, penjualan emas UNTR periode Januari-April 2020 harus merosot hingga 15,03% dari periode yang sama tahun sebelumnya atau penjualan emas UNTR baru diangka 113.000 ounces.

Begitupula dengan bisnis jasa kontraktor pertambangan batubara, UNTR juga harus sedikit mengalami tekanan. Anak usahanya PT Pamapersada Nusantara pada peridoe Januari-Maret 2020 harus mengalami penurunan pendapatan secara persentase sebesar 14% year on year atau menjadi Rp 8,2 triliun.  Begitupula dengan anak usaha UNTR lainnya, PT Tuah Turangga Agung (TTA) yang hanya mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 3,4 triliun atau secara persentase turun 7% year on year

PT United Tractors Tbk (UNTR) diproyeksikan akan menjadi salah satu perusahaan yang akan melakukan revisi target dan belanja modal atau capital expenditure (capex). Dimana pada awal tahun 2020 lalu, UNTR mematok sejumlah target pada setiap lini bisnisnya yaitu untuk belanja modal UNTR mengalokasikan dana sebesar US$ 450 juta tahun ini. Dana tersebut akan digunakan UNTR pengembangan bisnis, seperti Pamapersada Nusantara hingga tambang emas Martabe. UNTR juga telah memasang target kinerja operasional untuk tahun ini. Dari segi penjualan alat berat, UNTR menargetkan menjual alat berat Komatsu sekitar 2.900 unit. Dari segmen konstruksi batubara oleh Pamapersada Nusantara menargetkan dapat memproduksi 130 juta ton batubara. Sedangkan, melalui anak usaha lainnya yaitu Tuah Turangga Agung, UNTR menargetkan mampu menjual 9,8 juta ton batubara.

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus pada penyelenggaraan rapat umum pemegang saham (RUPS). Setalah RUPS selesai, dirinya pun mengatakan bahwa UNTR akan mengumumkan beberapa poin yang menjadi hasil dari RUPS tersebut.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !