Detail Berita


Pandemi Masih Jadi Tantangan, Peluang Revisi RKAB Perusahaan Tambang Akan Bervariasi?


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 04-06-2020

duniatambang.co.id - Pandemi virus corona atau covid-19 memang masih menjadi salah satu tantangan bagi berbagai industri. Tak terkecuali bagi industri tambang, adanya pandemi ini berimbas pada harga sejumlah komoditas dan turunnya gairah pasar yang pada akhirnya akan berdampak pada kinerja sejumlah emiten. Menanggapi hal tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementrian ESDM telah menerbitkan beleid yaitu Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2020 terkait dengan peluang revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Baca juga: Wah Pengajuan Revisi Rencana Kerja (RKAB) Bagi Perusahaan Tambang Lebih Fleksibel

Dalam beleid tersebut, perusahaan pemegang izin sudah bisa mengajukan revisi RKAB dengan menyampaikan laporan periode triwulan pertama atau paling lambat 31 Juli di tahun berjalan. Pengajuan revisi RKAB pada tahun ini diproyeksikan akan lebih bervariasi. Revisi tersebut diproyeksikan bukan hanya terkait dengan penambahan kuota produksi, melainkan peluang adanya revisi pengurangan kuota produksi.

Direktur Bina Program Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Muhammad Wafid Agung mengatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan revisi RKAB. Namun, dirinya belum dapat membeberkan secara detail terkait dengan perusahaan yang mengajukan dan besaran revisi yang diajukan. Kendati demikian, revisi RKAB tersebut diproyeksikan dari emiten batubara.

Disisi lain, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Yunus Saefulhak mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan revisi RKAB. Lebih lanjut, Yunus pun mengklaim bahwa kegiatan operasional seperti produksi mineral, masih tetap berjalan sesuai rencana. Dirinya pun menjelaskan bahwa untuk komoditas mineral hingga saat ini masih memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arief. Irwandy mengatakan bahwa revisi RKAB memang berpeluang akan bervariasi lantaran pandemi corona ini berimbas pada harga sejumlah komoditas. Dirinya pun menambahkan jika hal ini akan bergantung pada kekuatan bisnis, kapasitas produksi dan pertimbangan pasar pada masing-masing emiten.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !