Detail Berita


Antisipasi Covid-19, Bisnis Base Metal PT Kapuas Prima Coal (ZINC) Cetak Laba


"PT Kapuas Prima Coal"
Sumber gambar: kapuasprima.co.id


Tanggal terbit: 03-06-2020

duniatambang.co.id – PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2019. Per Desember 2019, ZINC berhasil mencatat penjualan sebesar Rp885,1 miliar, atau naik 17,3% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp754,5 miliar.

Sementara laba kotor naik 45,4% yoy menjadi Rp394,9 miliar dan laba bersih melambung 62,3% yoy menjadi Rp178,8 miliar. Aset perseroan di tahun 2019 ditutup pada Rp1,4 triliun, naik 8,5% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp1,3 triliun.

Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja mengatakan bahwa pencapaian tersebut tak terlepas dari meningkatnya hasil produksi logam dasar Perseroan melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya. Sepanjang tahun 2019, ZINC memproduksi ore sebesar 476.000 ton. Produksi tersebut meningkat 39,4% year on year (yoy). Realisasi ini juga melebihi target yang dicanangkan sebesar 450.000 ton.

Sebelumnya, menanggapi sentimen penyebaran virus corona atau Covid-19 yang saat ini tengah merebak, Direktur ZINC Hendra Susanto William menyatakan telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Perseroan telah melakukan langkah preventif   sejak   bulan   Januari   2020.

“Kami telah menghentikan semua lalu lintas pekerja yang  masuk dari Tiongkok sejak Januari untuk kembali bekerja di lokasi, mengingat risiko yang mungkin mereka timbulkan pada pekerja lain. Selain itu, kami juga membangun ruang isolasi di klinik medis di lokasi penambangan dan pelabuhan serta membeli vitamin, persediaan, dan obat-obatan untuk memenuhi ketersediaan bagi karyawan dan keluarga mereka di lokasi penambangan.”, Kata Hendra.

Hendra menambahkan, saat ini ZINC sedang fokus pada bisnis inti, sambil menunggu pandemi stabil sebelum memulai beberapa proyek yang sedang berjalan. Adapun proyek ZINC yang sedang berjalan saat ini diantaranya proyek smelter pemurnian timbal dan pemurnian seng ZINC.  Smelter pemurnian timbal milik Perseroan saat ini akan masuk ke tahap commisioning.

Hendra melanjutkan, “Terkait dengan kinerja perusahaan selama kuartal pertama tahun 2020 ini, sentimen COVID-19 membuat harga global komoditas seng (Zn), timbal (Pb), dan perak (Ag) turun. Namun penurunan ini kami prediksi tidak terlalu berpengaruh karena ZINC sudah mengamankan kontrak penjualan hingga bulan Juni 2020 sekitar 35.000 ton logam. Dari kontrak penjualan tersebut, sebanyak 24.000 ton merupakan penjualan konsentrat seng dan sekitar 10.500 ton timbal dan perak,” tutupnya. (*)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !