Berita

Inilah Penyebab Harga Emas Cenderung Sulit Turun

Emas merupakan logam mulia yang dicintai dan diminati karena mempunyai nilai estetika yang tinggi. Dengan begitu, emas selalu menjadi barang mewah yang harus dimiliki oleh para pencintanya. Selain dijadikan perhiasan, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup menjanjikan karena sifatnya yang mudah diperjualbelikan. 
Harga spot emas Cetakan UBS dunia hari ini, 03 Juni 2019, pukul 17.15 WIB adalah Rp.668.000/gram. Harga emas dapat berubah-ubah setiap saatnya. Untuk mendapatkan harga terbaik, konsumen sebaiknya dapat mengamati waktu yang tepat kapan harus membeli emas. Selain itu, harga emas yang tidak stabil ini mempengaruhi investor untuk menginvestasikan emas. Meski terkadang mengalami naik-turun, nilai jual emas selalu menunjukkan tren yang menanjak.

Berikut penyebab harga emas yang cenderung sulit turun.
1. Produktivitas emas
Emas terbentuk ratusan juta tahun yang menyebabkan sumber tambang emas sangat berpengaruh terhadap naik atau turunnya nilai jual sebuah emas. Jika produksi emas sedang melimpah, harga emas bisa turun. Begitupun sebaliknya, produksi emas yang sulit akan menyebabkan harga emas naik. Salah satu contoh emas Indonesia yang mendunia adalah emas yang diproduksi oleh PT Antam Tbk. Hinga hari ini, harga emas Antam menginjak harga Rp.696.000/gram.
2.Permintaan emas
Industri perhiasan adalah salah satu bisnis emas yang saat ini masih sangat menguntungkan selain emas batangan. Jika permintaan tinggi, prediksi harga emas juga pasti akan naik. Selain dijadikan perhiasan, permintaan emas yang tinggi sebagai salah satu komponen pembuatan peralatan medis dan elektronik juga memicu harga emas menjadi naik.
3. Pengaruh Nilai Tukar mata uang Dollar AS
Mata uang Dollar AS saat ini masih memiliki pengaruh yang tinggi terhadap naik atau turunnya harga emas. Jika mata uang Dollar AS menguat, maka harga emas akan turun. Sebaliknya, jika mata uang Dollar  AS melemah, harga emas akan naik.
4. Terjadi monopoli pembelian emas
Dilansir dari Kumparan, Selasa (12/03/19), faktor yang menyebabkan emas menjadi naik adalah karena beberapa bank sentral di Amerika  dan Eropa melakukan monopoli pembelian emas. Dengan adanya monopoli pembelian emas, emas menjadi tertimbun di bank sentral hingga emas menjadi langka di pasaran. Akibatnya, penjual emas di pasaran akan menjual harga emas dengan harga yang tinggi. 

5. Isu sosial dan geo-politik dunia
Tidak stabilnya harga emas salah satunya disebabkan oleh isu-isu sosial dan geo-politik yang melibatkan antarnegara. Dilansir dari Kontan.co.id, Kamis (16/05/19), kenaikan tekanan geo-politik Timur Tengah dan belum adanya kejelasan kelanjutan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Hal ini menyebabkan investor cenderung menunggu sinyal lanjutan untuk melakukan investasi. Di sisi lain, Iran menjadi salah satu penopang, tapi alasan utama stabilnya harga adalah pembicaraan dagang AS dan China yang saat ini belum ada kelanjutan apapun, Kata Bob Hberkom, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters. Yang bisa menahan harga emas di level atas adalah kekhawatiran terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China. Setelah pengumuman penundaan tarif otomotif oleh Trump, menyebabkan belum adanya kejelasan arah gerak investor.

6. Pertumbuhan inflasi yang tidak terkendali
Di setiap negara inflasi besar kemungkinan akan terus terjadi. Jika inflasi tidak dapat dikontrol oleh pemerintah, maka dipastikan nilai mata uang di negara tersebut akan melemah. Jika mata uang melemah, masyarakat sebuah negara lebih suka menyimpan emas daripada uang. Hal ini ,menyebabkan emas di pasaran menjadi langka sehingga memicu harga emas di pasaran menjadi naik. Diperikirakan, tingkat inflasi mata uang akan selalu naik sehingga secara otomatis harga emas pun akan mengikuti tren naik.
 
MS